SRAGEN — Prestasi membanggakan ditorehkan Marsella Wahyu Muntia (18), remaja asal Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen. Dia berhasil meraih penghargaan Kalpataru Yuvan dalam ajang Penghargaan Kalpataru 2026, yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).
Kalpataru Yuvan merupakan kategori penghargaan yang ditujukan bagi generasi muda pegiat lingkungan, dan tahun ini untuk kali pertama diberikan di Indonesia.
Penghargaan tersebut diraih Marsella berkat kiprahnya dalam merestorasi lahan kritis, dan memberdayakan remaja melalui komunitas Warsa-Kelana, serta inovasi pupuk bioorganik. Bersama puluhan relawan pelajar, dia menggerakkan penghijauan lahan, mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik, serta mengedukasi generasi muda tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Saat diterima Bupati Sragen Sigit Pamungkas di Pendopo Sumonegaran, Rumah Dinas Bupati Sragen, Rabu (17/6/2026), Marsella berharap, penghargaan yang diterima dapat menjadi penyemangat bagi lebih banyak orang untuk turut menjaga lingkungan sekitarnya.
“Semoga penghargaan Kalpataru Yuvan yang saya dapatkan tetap menginspirasi siapa pun, termasuk generasi muda yang ingin menjaga lingkungan. Karena dari lingkunganlah kita hidup dan berkembang. Peduli lingkungan tidak mengenal umur, tetapi tentang kemauan untuk terus konsisten menjaganya,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Sigit menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Marsella. Dia menyatakan bangga atas capaian tersebut, yang dinilai menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Sragen. Terlebih, Kalpataru Yuvan merupakan penghargaan yang baru pertama kali diberikan di Indonesia.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi hadiah istimewa bagi Kabupaten Sragen, yang pada tahun ini memperingati Hari Jadi ke-280.
“Saya bangga karena Marsella menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan secara mandiri dan konsisten. Apa yang dilakukannya membuktikan, bahwa anak muda mampu menjadi penggerak perubahan untuk lingkungan yang lebih baik. Semoga gerakan ini menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Sragen, untuk semakin peduli terhadap lingkungan,” kata Sigit.